PERATURAN DAN TATA TERTIB SANTRI

ATURAN UMUM

  1. Setiap santri wajib mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW
  2. Mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh Pengurus Pondok
  3. Menjaga dan memelihara nama baik pondok Pesantren
  4. Berakhlak mulia
  5. Memiliki tanda anggota Pondok pesantren/kartu pelajar

KEWAJIBAN

  1. Mengikuti Agenda Kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  2. Mengikuti setiap kegiatan yang telah ditetapkan oleh pengurus
  3. Memakai baju muslim pada setiap kegiatan dan waktu sholat, belajar
  4. Memakai baju yang menutup aurat ketika berada di lingkungan pondok
  5. Melaksanakan sholat fardlu dan Wirid/Zikir berjama’ah di musholla pada waktu yang telah ditetapkan
  6. Menjaga kebersihan dan ketertiban, ketenangan serta keamanan pondok
  7. Tidur malam maksimal pada pukul 22.00 dan bangun pada pukul 03.00 WIB
  8. Menyetorkan dan mendaftarkan laptop dan gadget yang dibawa kapada pengurus
  9. Bagi santri yang pulang pada akhir pekan wajib kembali ke pondok maksimal pada hari Ahad pukul 17.00 WIB

LARANGAN

  1. Merokok di dalam/luar lingkungan pondok
  2. Mengkonsumsi obat-obat terlarang di dalam/luar pondok
  3. Menonton/datang ke gedung (tempat) bioskop, bermain game atau pertunjukan-pertunjukan lainnya.
  4. Membawa radio, tape recorder, majalah, foto/gambar yang tidak wajar
  5. Membawa senjata tajam atau benda-benda lain yang membahayakan
  6. Mengikuti pelajaran tambahan di luar pondok tanpa zin dari Pengurus Pondok
  7. Keluar dari pintu gerbang pondok tanpa izin pengurus mulai pukul 17.00-05.30 WIB
  8. Mengadakan latihan olah raga di luar waktu yang telah ditentukan
  9. Memasuki kamar santri lain tanpa izin dari yang berhak
  10. Tidur di tempat/ranjang santri lain
  11. Membawa/memakai barang santri lain tanpa izin pemiliknya
  12. Berbicara kotor atau tidak pantas
  13. Dilarang menggunakan laptop dan gadget kecuali dengan sepengetahuan dan seizin pengurus pondok

SANKSI

  1. Diberi nasihat dan peringatan oleh guru/pengurus
  2. Diskors sementara untuk mendapat bimbingan dari orangtuanya
  3. Diserahkan kembali pendidikannya ke orang tuanya/ dicabut haknya sebagai santri