Khadijah Peduli Rohingya

Dalam rangka Peduli Rohingnya maka Yayasan Khadijah melaksanakan pengalangan bantuan dari unit pendidikan dan unit sosial  di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya. “Sebagai sesama umat manusia penghuni bumi, kita prihatin atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya ini, Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak membantu saudara-saudara kita yang berada di sana (Rohingnya)” Ujar Ibu Dra. Hj, Khofifah Indar Parawansa, M.Si Menteri Sosial RI yang juga sekaligus Ketua Umum Yayasan Khadijah Surabaya.

Sabtu, 16 September 2017 bantuan pun mulai berdatangan. Mulai bantuan dari KB-TK Khadijah A. Yani, KB-TK Khadijah Pandegeling, KB-TK Khadijah Wonorejo, SD Khadijah A. Yani, SD Khadijah 3, SD Khadijah Pandegiling, SMP Khadijah A. Yani, SMP Khadijah 2, SMA Khadijah, Ponpes Putra Khadijah dan bantuan dari Unit Sosial pun juga terus berdatangan mulai dari Panti Asuhan Khadijah 1, Panti Asuhan Khadijah 2, Panti Asuhan Zianuddin, Panti Asuhan Khadijah 3, dan Panti Asuhan Ruqoiyah.

Dan Sungguh di luar dugaan kami, Tidak sampai 2 hari, bantuan yang datang pun  sungguh sangat membeludak. Bahkan Beras pun sudah dapat mencapai lebih dari 5 ton. bahkan bantuan yang berdatangan pun tidak hanya datang dari unit khadijah saja, bantuan dari berbagai kalangan pun juga terus mengalir di antaranya dari jama’ah majelis taklim, lembaga/organisasi, komunitas, tokoh/public figur dan juga sekolah-sekolah lain di luar khadijah. Mulai dari Beras, Mie, Baju, Selimut, Handuk, Kerudung, Sarung sampai Obat-obatan pun ada semuanya.

Sebanyak 6 ton beras diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan diangkut sebuah truk dari halaman Kantor PC Muslimat NU Kota Surabaya, Rabu (20/9) siang. Menariknya, yang menaikkan seluruh beras ke atas truk adalah puluhan murid SD, SMP dan SMA Khadijah Surabaya tanpa bantuan kuli angkut seorang pun

Selain 6 ton beras yang telah dikirimkan menuju lokasi pengungsian itnis rohingya disana yayasan khadih beserta PC Muslimat NU Surabaya juga akan mengirimkan beragam bantuan lain, diantaranya ada mukena, baju takwa, sabun mandi, pasta gigi, pampers dan selimut. Sebanyak 5000 lebih pakaian yang baru semua juga termasuk dalam daftar bantuan yang akan dikirimkan.

Pengumpulan bantuan tersebut bermula setelah kepulangan ibu Khofifah Indar Parawansa dari tanah suci dan melaksanakan tasyakuran di rumahnya. Ia mengundang sekaligus memberikan pencerahan kepada seluruh kepala sekolah di Yayasan Khodijah dan Muslimat NU Surabaya. “Bantuan sosial untuk Rohingya ini memang perlu karena sangat dibutuhkan di wilayah sana,” ujarnya menirukan Mensos.

Setelah anjuran tersebut, Muslimat NU Surabaya bersama para kepala sekolah begerak bersama melanjutkan instruksi ibu Khofifah. Belum sampai satu minggu bantuan yang terkumpul beras sebanyak 6 ton, serta uang tunai sebesar Rp 100 juta. “Alhamdulillah bantuannya luar biasa yang masuk,” ujar Dra Hj Lilik Fadhilah, MPd.

Keberhasilan dalam pengumpulan bantuan oleh Yayasan Khadijah dan Muslimat Surabaya itu karena peran media sosial serta animo masyarakat khususnya warga Nahdliyin yang sangat luar biasa.

“Bahkan dari purnawirawan TNI AL serta dari yayasan-yayasan lain juga larinya ke Yayasan Khadijah,” tegas wanita yang juga Ketua V Yayasan Khadijah Surabaya ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengumpulan Bantuan Muslim Rohingya Yayasan Khadijah Surabaya Syifa’ul Khoir, SAg menambahkan, bantuan yang masuk ke kapal dibatasi hanya 6 ton saja karena kapasitas kapal hanya 25 ton sehingga yang 19 ton berasal dari Muslimat NU Pusat.

“Beras itu berasal dari kepedulian para alumni SD Khadijah Surabaya yang menyumbang sekitar 5 ton. Karena keterbatasan kapasitas itulah maka untuk hari ini tidak bisa ditambah lagi pengirimannya. Andai kata hari ini ada container yang bisa mengangkat, 10 ton beras masih bisa,” ucap Kepala Sekolah SD Khadijah ini.

Kepedulian Yayasan Khadijah terhadap tragedi kemanusiaan Rohingya tidak terlepas dari visi-misi yayasan yaitu taman pendidikan sosial khadijah. “Kata sosial inilah yang harus dikembangkan bahwa misi khadijah tidak hanya mencerdaskan anak bangsa tapi juga misi sosial kepada masyarakat,” pungkas Ibu Lilik.

Foto Ponpes Putra Khadijah Surabaya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *